{"id":800,"date":"2025-10-22T18:17:05","date_gmt":"2025-10-22T18:17:05","guid":{"rendered":"https:\/\/cn-seo.org\/?p=800"},"modified":"2025-10-22T18:17:05","modified_gmt":"2025-10-22T18:17:05","slug":"laporan-mahasiswa-mpa-esp-tentang-ruu-lingkungan-yang-membentuk-masa-depan-negara-bagian-new-york-planet","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/cn-seo.org\/?p=800","title":{"rendered":"Laporan Mahasiswa MPA-Esp tentang RUU Lingkungan yang Membentuk Masa Depan Negara Bagian New York-Planet"},"content":{"rendered":"<p> <br \/>\n<\/p>\n<div>\n<p>Setiap tahun, mahasiswa Magister Administrasi Publik Universitas Columbia dalam Ilmu dan Kebijakan Lingkungan (<a href=\"https:\/\/www.mpaenvironment.ei.columbia.edu\/\">MPA-ESP<\/a>) program ini menghadapi tantangan utama: Mengubah ilmu pengetahuan yang kompleks menjadi kebijakan yang dapat ditindaklanjuti. <\/p>\n<p>Melalui lokakarya analisis kebijakan Sistem Kebumian Terapan, mahasiswa mempelajari RUU yang masih dalam tahap awal persetujuan. Di musim panas, mereka fokus pada sains. Kemudian, pada musim gugur, mereka beralih ke kebijakan dan menjajaki bagaimana penerapannya bisa dilakukan.<\/p>\n<p>Musim panas lalu, laporan terakhir para mahasiswa menyoroti bagaimana para pembuat kebijakan menerapkan ilmu pengetahuan pada isu-isu yang menyentuh kehidupan sehari-hari di New York, mulai dari mode dan air minum hingga penyerbuk, pasar hewan, dan fasilitas perkotaan. Baca lebih lanjut tentang kinerja mereka di bawah.<\/p>\n<h3 class=\"wp-block-heading\"><strong>Memegang Tanggung Jawab Mode<\/strong><\/h3>\n<figure class=\"wp-block-image size-medium\"><picture class=\"sotp-avif-images\"><source srcset=\"https:\/\/media.news.climate.columbia.edu\/wp-content\/uploads\/2025\/10\/MPA-ESP-Midterm-Briefing-4-325x244.avif 325w, https:\/\/media.news.climate.columbia.edu\/wp-content\/uploads\/2025\/10\/MPA-ESP-Midterm-Briefing-4-650x488.avif 650w, https:\/\/media.news.climate.columbia.edu\/wp-content\/uploads\/2025\/10\/MPA-ESP-Midterm-Briefing-4-768x576.avif 768w, https:\/\/media.news.climate.columbia.edu\/wp-content\/uploads\/2025\/10\/MPA-ESP-Midterm-Briefing-4-1300x975.avif 1300w, https:\/\/media.news.climate.columbia.edu\/wp-content\/uploads\/2025\/10\/MPA-ESP-Midterm-Briefing-4-scaled.avif 2400w\" sizes=\"(max-width: 714px) calc(100vw - calc(clamp(1.5rem, 5vw, 2rem) * 2)), 650px\" type=\"image\/avif\"\/><img fetchpriority=\"high\" decoding=\"async\" width=\"650\" height=\"488\" src=\"https:\/\/media.news.climate.columbia.edu\/wp-content\/uploads\/2025\/10\/MPA-ESP-Midterm-Briefing-4-650x488.jpg\" alt=\"Foto dari briefing tengah semester MPA-ESP. Laporan singkat ini membahas tentang meminta pertanggungjawaban rumah mode atas emisi GRK mereka.\" class=\"wp-image-123208 sotp-avif-images\" srcset=\"https:\/\/media.news.climate.columbia.edu\/wp-content\/uploads\/2025\/10\/MPA-ESP-Midterm-Briefing-4-650x488.jpg 650w, https:\/\/media.news.climate.columbia.edu\/wp-content\/uploads\/2025\/10\/MPA-ESP-Midterm-Briefing-4-1300x975.jpg 1300w, https:\/\/media.news.climate.columbia.edu\/wp-content\/uploads\/2025\/10\/MPA-ESP-Midterm-Briefing-4-400x300.jpg 400w, https:\/\/media.news.climate.columbia.edu\/wp-content\/uploads\/2025\/10\/MPA-ESP-Midterm-Briefing-4-768x576.jpg 768w, https:\/\/media.news.climate.columbia.edu\/wp-content\/uploads\/2025\/10\/MPA-ESP-Midterm-Briefing-4-200x150.jpg 200w, https:\/\/media.news.climate.columbia.edu\/wp-content\/uploads\/2025\/10\/MPA-ESP-Midterm-Briefing-4-325x244.jpg 325w, https:\/\/media.news.climate.columbia.edu\/wp-content\/uploads\/2025\/10\/MPA-ESP-Midterm-Briefing-4-800x600.jpg 800w\" sizes=\"(max-width: 714px) calc(100vw - calc(clamp(1.5rem, 5vw, 2rem) * 2)), 650px\"\/><\/picture><\/figure>\n<p><strong>Pembawa acara: Maxwell Holland | Penasihat: <a href=\"https:\/\/people.climate.columbia.edu\/users\/profile\/howard-apsan\">Howard Apson<\/a><\/strong><\/p>\n<p>Fesyen sering kali terkenal karena kreativitasnya, namun di balik peragaan busana tersebut terdapat dampak buruk terhadap lingkungan. Sekitar 10 persen emisi gas rumah kaca global berasal dari sektor ini. Holland memperkenalkan Undang-Undang Akuntabilitas Lingkungan Fesyen (Fashion Environmental Accountability Act), yang mengharuskan produsen untuk mengungkapkan hal tersebut <a href=\"https:\/\/www.epa.gov\/climateleadership\/scope-1-and-scope-2-inventory-guidance\">Rilis cakupan 1, 2 dan 3<\/a>.<\/p>\n<p>Presentasi tersebut mencakup contoh-contoh seperti upaya Prada untuk melacak emisi rantai pasokan dan jajaran pelatih berkelanjutan, CoachTopia, yang memproduksi tas dengan dampak 71 persen lebih rendah dibandingkan model konvensional. Tagihan penaltinya mahal. Dengan $15.000 per hari, denda bisa mencapai miliaran dolar setiap tahunnya.<\/p>\n<p>\u201cMelacak emisi di sepanjang rantai pasokan sangatlah sulit,\u201d kata Holland. &#8220;Tetapi jika beberapa rumah mode besar mulai melaporkan secara konsisten, hal ini dapat memberikan tekanan pada seluruh industri.&#8221;<\/p>\n<h3 class=\"wp-block-heading\"><strong>Melindungi New York dari Timbal Dalam Air<\/strong><\/h3>\n<p><strong>Pembawa acara: Josh Argentina | Penasihat: <a href=\"https:\/\/people.climate.columbia.edu\/users\/profile\/steven-cohen\">Steve Cohen<\/a><\/strong><\/p>\n<p>Penduduk New York sering menggambarkan air mereka sebagai &#8220;air sampanye&#8221;, yang bersumber dari keterampilan kucing murni. Namun, seperti yang ditunjukkan oleh Argentina, penuaan dari produk timbal yang menua mengancam untuk mengubahnya menjadi \u201cbir biasa\u201d berupa air keran.<\/p>\n<p>Undang-undang Dewan Kota yang diusulkan (NYC Council Bill 942: Penggantian Jalur Layanan Air Timbal) akan mengharuskan penggantian jalur layanan utama. Lebih dari 2 juta warga New York dapat terkena dampaknya, dan anak-anak merupakan kelompok yang paling rentan. Paparan primer merusak otak, tulang, darah, ginjal dan sistem saraf. Namun, penelitian menunjukkan bahwa kadar timbal dalam air bisa turun lebih dari 50 persen dalam waktu tiga hari setelah penggantian.<\/p>\n<p>Namun, tantangan masih tetap ada. Penggantian pipa memerlukan biaya lebih dari $10.000, dan rumah tangga dengan pendapatan terendah paling tidak mampu membelinya. RUU yang ada saat ini tidak mencakup subsidi, tidak seperti program serupa di Newark dan Madison. Ada juga pertanyaan tentang bagaimana warga yang tidak mengontrol sistem air di gedung mereka akan mengetahui jika saluran layanan mereka mengandung timbal.<\/p>\n<p>\u201cKita sering memikirkan kualitas air dalam kaitannya dengan sumber daya,\u201d kata Argentina. \u201cProyek ini menyadarkan saya betapa besarnya infrastruktur yang kita miliki demi pemerataan dan kesehatan.\u201d<\/p>\n<h3 class=\"wp-block-heading\"><strong>Mencegah pandemi berikutnya<\/strong><\/h3>\n<figure class=\"wp-block-image size-medium\"><picture class=\"sotp-avif-images\"><source srcset=\"https:\/\/media.news.climate.columbia.edu\/wp-content\/uploads\/2025\/10\/MPA-ESP-Midterm-Briefings-photo-1-325x244.avif 325w, https:\/\/media.news.climate.columbia.edu\/wp-content\/uploads\/2025\/10\/MPA-ESP-Midterm-Briefings-photo-1-650x488.avif 650w, https:\/\/media.news.climate.columbia.edu\/wp-content\/uploads\/2025\/10\/MPA-ESP-Midterm-Briefings-photo-1-768x576.avif 768w, https:\/\/media.news.climate.columbia.edu\/wp-content\/uploads\/2025\/10\/MPA-ESP-Midterm-Briefings-photo-1-1300x975.avif 1300w, https:\/\/media.news.climate.columbia.edu\/wp-content\/uploads\/2025\/10\/MPA-ESP-Midterm-Briefings-photo-1-scaled.avif 2400w\" sizes=\"(max-width: 714px) calc(100vw - calc(clamp(1.5rem, 5vw, 2rem) * 2)), 650px\" type=\"image\/avif\"\/><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" width=\"650\" height=\"488\" src=\"https:\/\/media.news.climate.columbia.edu\/wp-content\/uploads\/2025\/10\/MPA-ESP-Midterm-Briefings-photo-1-650x488.jpg\" alt=\"Foto dari briefing tengah semester MPA-ESP. Pembekalan ini terkait dengan pengurangan penyakit zoonosis.\" class=\"wp-image-123209 sotp-avif-images\" srcset=\"https:\/\/media.news.climate.columbia.edu\/wp-content\/uploads\/2025\/10\/MPA-ESP-Midterm-Briefings-photo-1-650x488.jpg 650w, https:\/\/media.news.climate.columbia.edu\/wp-content\/uploads\/2025\/10\/MPA-ESP-Midterm-Briefings-photo-1-1300x975.jpg 1300w, https:\/\/media.news.climate.columbia.edu\/wp-content\/uploads\/2025\/10\/MPA-ESP-Midterm-Briefings-photo-1-400x300.jpg 400w, https:\/\/media.news.climate.columbia.edu\/wp-content\/uploads\/2025\/10\/MPA-ESP-Midterm-Briefings-photo-1-768x576.jpg 768w, https:\/\/media.news.climate.columbia.edu\/wp-content\/uploads\/2025\/10\/MPA-ESP-Midterm-Briefings-photo-1-200x150.jpg 200w, https:\/\/media.news.climate.columbia.edu\/wp-content\/uploads\/2025\/10\/MPA-ESP-Midterm-Briefings-photo-1-325x244.jpg 325w, https:\/\/media.news.climate.columbia.edu\/wp-content\/uploads\/2025\/10\/MPA-ESP-Midterm-Briefings-photo-1-800x600.jpg 800w\" sizes=\"auto, (max-width: 714px) calc(100vw - calc(clamp(1.5rem, 5vw, 2rem) * 2)), 650px\"\/><\/picture><\/figure>\n<p><strong>Pembawa acara: Laura Bookstaver | Penasihat: <a href=\"https:\/\/people.climate.columbia.edu\/users\/profile\/robert-cook\">Bob Masak<\/a><\/strong><\/p>\n<p>Pandemi Covid-19 menekankan risiko penyakit zoonosis\u2014yang ditularkan dari hewan ke manusia. Tujuh puluh lima persen penyakit baru atau penyakit baru muncul disebabkan oleh penularan tersebut. Dengan adanya sekitar 80 pasar hewan hidup di seluruh kota, New York sangat rentan.<\/p>\n<p>RUU Majelis Negara Bagian NY A05947, yang saat ini sedang ditinjau, akan melarang impor satwa liar dan ikan tertentu, dan membatasi pasar hewan hidup. Hal ini memerlukan daftar spesies terlarang, larangan rantai pasokan, dan penangguhan izin jika terjadi pelanggaran. Dengan memutus jalur penularan, RUU tersebut bertujuan untuk mengurangi risiko pandemi berikutnya.<\/p>\n<p>\u201cProyek ini mengingatkan saya bahwa kesehatan masyarakat bukan hanya soal rumah sakit dan vaksin,\u201d kata Bookstaver. \u201cIni juga tentang apa yang terjadi di pasar dan ekosistem, dan bagaimana regulasi dapat mencegah krisis sebelum krisis terjadi.\u201d<\/p>\n<h3 class=\"wp-block-heading is-style-default\"><strong>Lindungi penyerbuk<\/strong><\/h3>\n<figure class=\"wp-block-image size-medium\"><picture class=\"sotp-avif-images\"><source srcset=\"https:\/\/media.news.climate.columbia.edu\/wp-content\/uploads\/2025\/10\/MPA-ESP-Midterm-Briefing-3-325x244.avif 325w, https:\/\/media.news.climate.columbia.edu\/wp-content\/uploads\/2025\/10\/MPA-ESP-Midterm-Briefing-3-650x488.avif 650w, https:\/\/media.news.climate.columbia.edu\/wp-content\/uploads\/2025\/10\/MPA-ESP-Midterm-Briefing-3-768x576.avif 768w, https:\/\/media.news.climate.columbia.edu\/wp-content\/uploads\/2025\/10\/MPA-ESP-Midterm-Briefing-3-1300x975.avif 1300w, https:\/\/media.news.climate.columbia.edu\/wp-content\/uploads\/2025\/10\/MPA-ESP-Midterm-Briefing-3-scaled.avif 2400w\" sizes=\"(max-width: 714px) calc(100vw - calc(clamp(1.5rem, 5vw, 2rem) * 2)), 650px\" type=\"image\/avif\"\/><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" width=\"650\" height=\"488\" src=\"https:\/\/media.news.climate.columbia.edu\/wp-content\/uploads\/2025\/10\/MPA-ESP-Midterm-Briefing-3-650x488.jpg\" alt=\"Foto dari briefing tengah semester MPA-ESP. Pengarahan ini tentang melindungi serangga penyerbuk\" class=\"wp-image-123206 sotp-avif-images\" srcset=\"https:\/\/media.news.climate.columbia.edu\/wp-content\/uploads\/2025\/10\/MPA-ESP-Midterm-Briefing-3-650x488.jpg 650w, https:\/\/media.news.climate.columbia.edu\/wp-content\/uploads\/2025\/10\/MPA-ESP-Midterm-Briefing-3-1300x975.jpg 1300w, https:\/\/media.news.climate.columbia.edu\/wp-content\/uploads\/2025\/10\/MPA-ESP-Midterm-Briefing-3-400x300.jpg 400w, https:\/\/media.news.climate.columbia.edu\/wp-content\/uploads\/2025\/10\/MPA-ESP-Midterm-Briefing-3-768x576.jpg 768w, https:\/\/media.news.climate.columbia.edu\/wp-content\/uploads\/2025\/10\/MPA-ESP-Midterm-Briefing-3-200x150.jpg 200w, https:\/\/media.news.climate.columbia.edu\/wp-content\/uploads\/2025\/10\/MPA-ESP-Midterm-Briefing-3-325x244.jpg 325w, https:\/\/media.news.climate.columbia.edu\/wp-content\/uploads\/2025\/10\/MPA-ESP-Midterm-Briefing-3-800x600.jpg 800w\" sizes=\"auto, (max-width: 714px) calc(100vw - calc(clamp(1.5rem, 5vw, 2rem) * 2)), 650px\"\/><\/picture><\/figure>\n<p><strong>Pembawa acara: Brendan Chapko | Penasihat: <a href=\"https:\/\/people.climate.columbia.edu\/users\/profile\/matthew-palmer\">Matius Palmer<\/a><\/strong><\/p>\n<p>\u201cSerangga adalah makhluk kecil yang menguasai dunia,\u201d kata Chapko kepada hadirin. Namun para ilmuwan hanya mempunyai data yang dapat dipercaya mengenai satu persen spesies serangga.<\/p>\n<p>Undang-Undang Promosi Penyerbuk mendorong para pemimpin negara untuk mengakses dana iklim dan menciptakan strategi untuk memperkuat populasi penyerbuk, yang penting untuk keseimbangan ekosistem. RUU tersebut juga menyerukan kemitraan dengan sekolah, kelompok masyarakat dan peneliti.<\/p>\n<p>\u201cPenyerbuk memang penting namun seringkali tidak terlihat dalam pengambilan kebijakan,\u201d kata Chapko. \u201cMengerjakan rancangan undang-undang ini menunjukkan kepada saya bagaimana ilmu pengetahuan dan pengetahuan masyarakat dapat bersatu untuk menciptakan momentum perubahan ekologi.\u201d<\/p>\n<h3 class=\"wp-block-heading\"><strong>Sejukkan kota dengan keteduhan<\/strong><\/h3>\n<figure class=\"wp-block-image size-medium\"><picture class=\"sotp-avif-images\"><source srcset=\"https:\/\/media.news.climate.columbia.edu\/wp-content\/uploads\/2025\/10\/MPA-ESP-Midterm-Briefing-2-325x244.avif 325w, https:\/\/media.news.climate.columbia.edu\/wp-content\/uploads\/2025\/10\/MPA-ESP-Midterm-Briefing-2-650x488.avif 650w, https:\/\/media.news.climate.columbia.edu\/wp-content\/uploads\/2025\/10\/MPA-ESP-Midterm-Briefing-2-768x576.avif 768w, https:\/\/media.news.climate.columbia.edu\/wp-content\/uploads\/2025\/10\/MPA-ESP-Midterm-Briefing-2-1300x975.avif 1300w, https:\/\/media.news.climate.columbia.edu\/wp-content\/uploads\/2025\/10\/MPA-ESP-Midterm-Briefing-2-scaled.avif 2400w\" sizes=\"(max-width: 714px) calc(100vw - calc(clamp(1.5rem, 5vw, 2rem) * 2)), 650px\" type=\"image\/avif\"\/><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" width=\"650\" height=\"488\" src=\"https:\/\/media.news.climate.columbia.edu\/wp-content\/uploads\/2025\/10\/MPA-ESP-Midterm-Briefing-2-650x488.jpg\" alt=\"Foto dari briefing tengah semester MPA-ESP. Pengarahan ini terkait dengan infrastruktur naungan berkelanjutan di Negara Bagian New York.\" class=\"wp-image-123211 sotp-avif-images\" srcset=\"https:\/\/media.news.climate.columbia.edu\/wp-content\/uploads\/2025\/10\/MPA-ESP-Midterm-Briefing-2-650x488.jpg 650w, https:\/\/media.news.climate.columbia.edu\/wp-content\/uploads\/2025\/10\/MPA-ESP-Midterm-Briefing-2-1300x975.jpg 1300w, https:\/\/media.news.climate.columbia.edu\/wp-content\/uploads\/2025\/10\/MPA-ESP-Midterm-Briefing-2-400x300.jpg 400w, https:\/\/media.news.climate.columbia.edu\/wp-content\/uploads\/2025\/10\/MPA-ESP-Midterm-Briefing-2-768x576.jpg 768w, https:\/\/media.news.climate.columbia.edu\/wp-content\/uploads\/2025\/10\/MPA-ESP-Midterm-Briefing-2-200x150.jpg 200w, https:\/\/media.news.climate.columbia.edu\/wp-content\/uploads\/2025\/10\/MPA-ESP-Midterm-Briefing-2-325x244.jpg 325w, https:\/\/media.news.climate.columbia.edu\/wp-content\/uploads\/2025\/10\/MPA-ESP-Midterm-Briefing-2-800x600.jpg 800w\" sizes=\"auto, (max-width: 714px) calc(100vw - calc(clamp(1.5rem, 5vw, 2rem) * 2)), 650px\"\/><\/picture><\/figure>\n<p><strong>Pembawa acara: Muskaan Khemani | Penasihat: <a href=\"https:\/\/people.climate.columbia.edu\/users\/profile\/louise-rosen\">Louise Rosen<\/a><\/strong><\/p>\n<p>Dengan suhu di New York yang diperkirakan akan meningkat tiga hingga lima derajat Celcius pada tahun-tahun mendatang, panas perkotaan semakin mengkhawatirkan. Shade Act mengusulkan infrastruktur peneduh yang berkelanjutan untuk membantu mengurangi suhu perkotaan hingga 15 derajat Fahrenheit.<\/p>\n<p>Selain pendinginan, rancangan undang-undang tersebut menunjukkan bahwa naungan dapat mendukung aktivitas ekonomi di luar ruangan dan membuat lingkungan lebih tangguh. Namun, para mahasiswa mencatat bahwa mengukur manfaat ekonomi akan menjadi rumit, dan fokus hanya pada infrastruktur patronase akan mengabaikan solusi yang saling melengkapi.<\/p>\n<p>\u201cInfrastruktur bukan hanya soal beton dan baja,\u201d kata Khemani. \u201cPepohonan dan naungan juga bisa membuat kota layak huni seiring perubahan iklim.\u201d<\/p>\n<h2 class=\"wp-block-heading\"><strong>Mengubah sains menjadi kebijakan<\/strong><\/h2>\n<p>Dalam sambutan penutupnya, Steve Cohen, direktur program MPA-EPS, menekankan tujuan lokakarya yang lebih luas.<\/p>\n<p>\u201cMahasiswa belajar bagaimana menghasilkan kebijakan yang berbasis sains,\u201d ujarnya. \u201cPenting untuk bisa mengkomunikasikan ilmu pengetahuan kepada non-ilmuwan.\u201d<\/p>\n<p>Ini adalah pertama kalinya kursus ini berfokus sepenuhnya pada isu-isu lokal, yang mencerminkan masa politik yang kita jalani. Semester depan, siswa akan membangun landasan ilmiah dengan mengembangkan strategi implementasi dan mempertimbangkan apa yang diperlukan agar RUU ini menjadi undang-undang.<\/p>\n<hr class=\"wp-block-separator has-alpha-channel-opacity is-style-sotp-line\"\/>\n<p><em>MPA dalam Program Ilmu dan Kebijakan Lingkungan ditawarkan oleh School of Climate Columbia dalam kemitraan dengan School of International and Public Affairs Columbia.<\/em><\/p>\n<\/div>\n\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Setiap tahun, mahasiswa Magister Administrasi Publik Universitas Columbia dalam Ilmu dan Kebijakan Lingkungan (MPA-ESP) program ini menghadapi tantangan utama: Mengubah ilmu pengetahuan yang kompleks menjadi kebijakan yang dapat ditindaklanjuti. Melalui lokakarya analisis kebijakan Sistem Kebumian Terapan, mahasiswa mempelajari RUU yang masih dalam tahap awal persetujuan. Di musim panas, mereka fokus pada sains. Kemudian, pada musim&#8230;<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":801,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[2],"tags":[],"class_list":["post-800","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-berita"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/cn-seo.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/800","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/cn-seo.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/cn-seo.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/cn-seo.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/cn-seo.org\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcomments&post=800"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/cn-seo.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/800\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/cn-seo.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/media\/801"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/cn-seo.org\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fmedia&parent=800"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/cn-seo.org\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcategories&post=800"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/cn-seo.org\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Ftags&post=800"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}