{"id":880,"date":"2026-01-08T19:43:15","date_gmt":"2026-01-08T19:43:15","guid":{"rendered":"https:\/\/cn-seo.org\/?p=880"},"modified":"2026-01-08T19:43:15","modified_gmt":"2026-01-08T19:43:15","slug":"pengangkut-es-di-sungai-chadar-yang-beku-negara-bagian-planet","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/cn-seo.org\/?p=880","title":{"rendered":"Pengangkut Es di Sungai Chadar yang Beku \u2013 Negara Bagian Planet"},"content":{"rendered":"<p> <br \/>\n<\/p>\n<div>\n<figure class=\"wp-block-image size-medium\"><picture class=\"sotp-avif-images\"><source srcset=\"https:\/\/media.news.climate.columbia.edu\/wp-content\/uploads\/2026\/01\/Chadar1-325x433.avif 325w, https:\/\/media.news.climate.columbia.edu\/wp-content\/uploads\/2026\/01\/Chadar1-650x867.avif 650w, https:\/\/media.news.climate.columbia.edu\/wp-content\/uploads\/2026\/01\/Chadar1-768x1024.avif 768w, https:\/\/media.news.climate.columbia.edu\/wp-content\/uploads\/2026\/01\/Chadar1.avif 950w\" sizes=\"(max-width: 714px) calc(100vw - calc(clamp(1.5rem, 5vw, 2rem) * 2)), 650px\" type=\"image\/avif\"\/><img fetchpriority=\"high\" decoding=\"async\" width=\"650\" height=\"867\" alt=\"Pagi di Sungai Chadar yang membeku\" class=\"wp-image-124427 sotp-avif-images\" src=\"https:\/\/news.climate.columbia.edu\/2026\/01\/08\/photographing-climate-change-ice-porters-on-the-frozen-chadar-river\/aspect-ratio:4\/3;object-fit:cover\" srcset=\"https:\/\/media.news.climate.columbia.edu\/wp-content\/uploads\/2026\/01\/Chadar1-650x867.jpeg 650w, https:\/\/media.news.climate.columbia.edu\/wp-content\/uploads\/2026\/01\/Chadar1-768x1024.jpeg 768w, https:\/\/media.news.climate.columbia.edu\/wp-content\/uploads\/2026\/01\/Chadar1-325x433.jpeg 325w, https:\/\/media.news.climate.columbia.edu\/wp-content\/uploads\/2026\/01\/Chadar1.jpeg 950w\" sizes=\"(max-width: 714px) calc(100vw - calc(clamp(1.5rem, 5vw, 2rem) * 2)), 650px\"\/><\/picture><figcaption class=\"wp-element-caption\">Pagi di Sungai Chadar yang membeku. Porter bersiap untuk perjalanan hari itu. Atas perkenan Jigmat Lundup<\/figcaption><\/figure>\n<p>Setiap musim dingin di wilayah Ladakh di barat laut India, dua jalan yang menghubungkan desa-desa kecil di Lembah Zanskar dengan wilayah lain di negara itu berada berdekatan dan tertutup salju. Namun selama berabad-abad, penduduk setempat punya solusinya: jalan es yang dibentuk oleh Sungai Chadar yang membeku. Perjalanan selama seminggu dalam suhu yang sangat dingin menghubungkan mereka dengan dunia luar. Kolaborasi baru <a href=\"https:\/\/www.journals.uchicago.edu\/doi\/full\/10.1086\/734146\">esai foto<\/a>\u201cA Sense of Climate Change,\u201d mengeksplorasi dunia pengangkut es di Chadar, dan bagaimana cara hidup kuno ini berubah dengan cepat. <\/p>\n<p>Perubahan iklim mengganggu kestabilan pola pembekuan sungai, dan pembangunan mendatangkan pariwisata dan sumber daya ke wilayah yang telah lama terisolasi ini. Wisatawan petualangan kaya adalah wisatawan utama Chadar saat ini, dan meskipun beberapa Zanskari masih menggunakan jalan es itu sendiri untuk mengakses kota-kota tetangga, situs beraspal baru sebagian selesai dibangun. <a href=\"https:\/\/www.thehindu.com\/news\/national\/all-weather-road-gives-a-strategic-fillip-to-ladakh\/article68015507.ece\">jalan raya<\/a> sedang mengubah itu. <\/p>\n<p>Esai foto dibuat oleh <a href=\"https:\/\/www.uoguelph.ca\/profile\/karine-gagne\">Karine Gagne<\/a>seorang profesor di departemen sosiologi dan antropologi di Universitas Guelph di Ontario, Kanada, meneliti pengalaman perubahan iklim yang dialami oleh pengangkut es Chadar. <\/p>\n<p>Di daerah terpencil seperti Lembah Zanskar, hanya terdapat sedikit dana atau sumber daya untuk penelitian ilmiah kuantitatif mengenai perubahan iklim. \u201cBelum ada penelitian ilmiah tentang bagaimana sungai membeku, bagaimana dampaknya. Jadi, tidak ada cara lain untuk membicarakannya selain pengalaman masyarakat yang tinggal di sana,\u201d jelas Gagne, yang telah bekerja di wilayah tersebut selama lebih dari satu dekade. <\/p>\n<figure class=\"wp-block-image size-medium\"><picture class=\"sotp-avif-images\"><source srcset=\"https:\/\/media.news.climate.columbia.edu\/wp-content\/uploads\/2026\/01\/Chadar2-325x183.avif 325w, https:\/\/media.news.climate.columbia.edu\/wp-content\/uploads\/2026\/01\/Chadar2-650x365.avif 650w, https:\/\/media.news.climate.columbia.edu\/wp-content\/uploads\/2026\/01\/Chadar2-768x431.avif 768w, https:\/\/media.news.climate.columbia.edu\/wp-content\/uploads\/2026\/01\/Chadar2-1300x730.avif 1300w, https:\/\/media.news.climate.columbia.edu\/wp-content\/uploads\/2026\/01\/Chadar2.avif 1800w\" sizes=\"(max-width: 714px) calc(100vw - calc(clamp(1.5rem, 5vw, 2rem) * 2)), 650px\" type=\"image\/avif\"\/><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" width=\"650\" height=\"365\" src=\"https:\/\/media.news.climate.columbia.edu\/wp-content\/uploads\/2026\/01\/Chadar2-650x365.jpeg\" alt=\"Pemandu dan wisatawan melacak Chadar yang tertutup lapisan air\" class=\"wp-image-124428 sotp-avif-images\" srcset=\"https:\/\/media.news.climate.columbia.edu\/wp-content\/uploads\/2026\/01\/Chadar2-650x365.jpeg 650w, https:\/\/media.news.climate.columbia.edu\/wp-content\/uploads\/2026\/01\/Chadar2-1300x730.jpeg 1300w, https:\/\/media.news.climate.columbia.edu\/wp-content\/uploads\/2026\/01\/Chadar2-768x431.jpeg 768w, https:\/\/media.news.climate.columbia.edu\/wp-content\/uploads\/2026\/01\/Chadar2-325x183.jpeg 325w, https:\/\/media.news.climate.columbia.edu\/wp-content\/uploads\/2026\/01\/Chadar2.jpeg 1800w\" sizes=\"auto, (max-width: 714px) calc(100vw - calc(clamp(1.5rem, 5vw, 2rem) * 2)), 650px\"\/><\/picture><figcaption class=\"wp-element-caption\">Pengemudi dan wisatawan berjalan di Chadar, tertutup lapisan air, yang terjadi ketika suhu naik secara tiba-tiba. Dengan hormat dari Tsultim Gyatso<\/figcaption><\/figure>\n<p>Untuk proyek ini, ia menggabungkan foto, wawancara dengan para kuli, dan wawasan dari penelitian lapangannya yang ekstensif di wilayah tersebut. \u201cSaya suka membicarakan hal ini [photo-essay] karena bagi saya, ini sangat berbeda,&#8221; kata Gagne, &#8220;ini adalah sesuatu yang terus berbeda dari format tertulis ketat&#8221; penelitian antropologi pada umumnya. Esai foto adalah pendahulu dari proyeknya yang lebih besar dalam karyanya, sebuah &#8220;etnografi grafis&#8221; wilayah tersebut. <\/p>\n<p>Pada tahun 2019, Gagne mulai membagikan kamera kepada kuli angkut, pengemudi, dan juru masak di Chadar dan meminta mereka memotret segala sesuatu dalam hidup mereka, mulai dari sungai yang membeku hingga jalur es, cara mereka memasak dan tidur. &#8220;Saya tertarik untuk memahami pekerjaan mereka, dan tantangan yang mereka hadapi&#8230; tetapi juga apa yang mereka anggap menarik dan ingin mereka tampilkan dalam gambar. Ini sangat terbuka,&#8221; kata Gagne. Hasilnya adalah ribuan foto yang mengisahkan kehidupan sehari-hari seorang pengangkut es di dunia yang terus berubah. <\/p>\n<figure class=\"wp-block-image size-medium\"><picture class=\"sotp-avif-images\"><source srcset=\"https:\/\/media.news.climate.columbia.edu\/wp-content\/uploads\/2026\/01\/Chadar3-325x206.avif 325w, https:\/\/media.news.climate.columbia.edu\/wp-content\/uploads\/2026\/01\/Chadar3-650x411.avif 650w, https:\/\/media.news.climate.columbia.edu\/wp-content\/uploads\/2026\/01\/Chadar3-768x486.avif 768w, https:\/\/media.news.climate.columbia.edu\/wp-content\/uploads\/2026\/01\/Chadar3-1300x823.avif 1300w, https:\/\/media.news.climate.columbia.edu\/wp-content\/uploads\/2026\/01\/Chadar3.avif 1700w\" sizes=\"(max-width: 714px) calc(100vw - calc(clamp(1.5rem, 5vw, 2rem) * 2)), 650px\" type=\"image\/avif\"\/><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" width=\"650\" height=\"411\" src=\"https:\/\/media.news.climate.columbia.edu\/wp-content\/uploads\/2026\/01\/Chadar3-650x411.jpeg\" alt=\"Wisatawan dan kuli berkemah di tepi Sungai Chadar yang membeku\" class=\"wp-image-124429 sotp-avif-images\" srcset=\"https:\/\/media.news.climate.columbia.edu\/wp-content\/uploads\/2026\/01\/Chadar3-650x411.jpeg 650w, https:\/\/media.news.climate.columbia.edu\/wp-content\/uploads\/2026\/01\/Chadar3-1300x823.jpeg 1300w, https:\/\/media.news.climate.columbia.edu\/wp-content\/uploads\/2026\/01\/Chadar3-768x486.jpeg 768w, https:\/\/media.news.climate.columbia.edu\/wp-content\/uploads\/2026\/01\/Chadar3-325x206.jpeg 325w, https:\/\/media.news.climate.columbia.edu\/wp-content\/uploads\/2026\/01\/Chadar3.jpeg 1700w\" sizes=\"auto, (max-width: 714px) calc(100vw - calc(clamp(1.5rem, 5vw, 2rem) * 2)), 650px\"\/><\/picture><figcaption class=\"wp-element-caption\">Wisatawan dan kuli berkemah di tepi Sungai Chadar yang membeku. Atas perkenan Jigmat Lundup<\/figcaption><\/figure>\n<p>Untuk esai foto ini, Gagne hanya memilih 12 foto, mulai dari gambaran umum pendirian kamp dan geografi sungai, hingga detail yang lebih mendalam tentang tantangan jalur es. Dalam foto awal ini, deretan tenda berwarna oranye cerah tampak menonjol di tengah warna abu-abu dan biru ngarai yang kalem. \u201cSaat wisatawan beristirahat di tenda di Chadar, para kuli harus menanggung kondisi yang lebih keras, mencari perlindungan di gua untuk tidur,\u201d jelas keterangan yang menyertainya. <\/p>\n<figure class=\"wp-block-image size-medium\"><picture class=\"sotp-avif-images\"><source srcset=\"https:\/\/media.news.climate.columbia.edu\/wp-content\/uploads\/2026\/01\/Chadar4-325x433.avif 325w, https:\/\/media.news.climate.columbia.edu\/wp-content\/uploads\/2026\/01\/Chadar4-650x867.avif 650w, https:\/\/media.news.climate.columbia.edu\/wp-content\/uploads\/2026\/01\/Chadar4-768x1024.avif 768w, https:\/\/media.news.climate.columbia.edu\/wp-content\/uploads\/2026\/01\/Chadar4.avif 950w\" sizes=\"(max-width: 714px) calc(100vw - calc(clamp(1.5rem, 5vw, 2rem) * 2)), 650px\" type=\"image\/avif\"\/><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" width=\"650\" height=\"867\" alt=\"Para kuli menunggu untuk melintasi bagian sulit Chadar\" class=\"wp-image-124430 sotp-avif-images\" src=\"https:\/\/news.climate.columbia.edu\/2026\/01\/08\/photographing-climate-change-ice-porters-on-the-frozen-chadar-river\/aspect-ratio:4\/3;object-fit:cover\" srcset=\"https:\/\/media.news.climate.columbia.edu\/wp-content\/uploads\/2026\/01\/Chadar4-650x867.jpeg 650w, https:\/\/media.news.climate.columbia.edu\/wp-content\/uploads\/2026\/01\/Chadar4-768x1024.jpeg 768w, https:\/\/media.news.climate.columbia.edu\/wp-content\/uploads\/2026\/01\/Chadar4-325x433.jpeg 325w, https:\/\/media.news.climate.columbia.edu\/wp-content\/uploads\/2026\/01\/Chadar4.jpeg 950w\" sizes=\"auto, (max-width: 714px) calc(100vw - calc(clamp(1.5rem, 5vw, 2rem) * 2)), 650px\"\/><\/picture><figcaption class=\"wp-element-caption\">Para kuli menunggu untuk melintasi bagian sulit Chadar. Hormat kami dari Stanzin Angchuk<\/figcaption><\/figure>\n<p>Seiring dengan semakin mudahnya akses wilayah ini dalam beberapa tahun terakhir, pariwisata pun meningkat. Foto-foto tersebut kerap menggambarkan ketegangan pembangunan, menyandingkan kehadiran manusia dengan kekosongan sungai. Di sini, kumpulan ransel berwarna cerah memenuhi sebagian besar bingkai. Tidak ada wajah, hanya barisan kuli angkut yang menunggu untuk melintasi bagian yang menantang. \u201cIni seperti mengingatkan pada gambar yang Anda lihat di Everest, semua orang bersatu, bukan?\u201d usul Gagne. <\/p>\n<p>\u201cIdenya adalah bahwa ini bukanlah gambaran visual terbaik, namun gambaran yang mewakili apa yang sedang terjadi,\u201d kata Gagne. <\/p>\n<figure class=\"wp-block-image size-medium\"><picture class=\"sotp-avif-images\"><source srcset=\"https:\/\/media.news.climate.columbia.edu\/wp-content\/uploads\/2026\/01\/Chadar5-325x217.avif 325w, https:\/\/media.news.climate.columbia.edu\/wp-content\/uploads\/2026\/01\/Chadar5-650x433.avif 650w, https:\/\/media.news.climate.columbia.edu\/wp-content\/uploads\/2026\/01\/Chadar5-768x512.avif 768w, https:\/\/media.news.climate.columbia.edu\/wp-content\/uploads\/2026\/01\/Chadar5-1300x867.avif 1300w, https:\/\/media.news.climate.columbia.edu\/wp-content\/uploads\/2026\/01\/Chadar5.avif 1600w\" sizes=\"(max-width: 714px) calc(100vw - calc(clamp(1.5rem, 5vw, 2rem) * 2)), 650px\" type=\"image\/avif\"\/><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" width=\"650\" height=\"433\" src=\"https:\/\/media.news.climate.columbia.edu\/wp-content\/uploads\/2026\/01\/Chadar5-650x433.jpeg\" alt=\"Pemandu memasak di kamp\" class=\"wp-image-124431 sotp-avif-images\" srcset=\"https:\/\/media.news.climate.columbia.edu\/wp-content\/uploads\/2026\/01\/Chadar5-650x433.jpeg 650w, https:\/\/media.news.climate.columbia.edu\/wp-content\/uploads\/2026\/01\/Chadar5-1300x867.jpeg 1300w, https:\/\/media.news.climate.columbia.edu\/wp-content\/uploads\/2026\/01\/Chadar5-768x512.jpeg 768w, https:\/\/media.news.climate.columbia.edu\/wp-content\/uploads\/2026\/01\/Chadar5-325x217.jpeg 325w, https:\/\/media.news.climate.columbia.edu\/wp-content\/uploads\/2026\/01\/Chadar5.jpeg 1600w\" sizes=\"auto, (max-width: 714px) calc(100vw - calc(clamp(1.5rem, 5vw, 2rem) * 2)), 650px\"\/><\/picture><figcaption class=\"wp-element-caption\">Memasak di perkemahan setelah seharian trekking di Chadar. Hormat kami dari Stanzin Nizang<\/figcaption><\/figure>\n<p>Foto terakhir ini, yang menunjukkan persiapan makanan di kamp, \u200b\u200b\u200b\u200btidak terfokus secara tepat dan tidak sempurna secara teknis. Namun ia memiliki realisme yang tajam. \u201cPenuh dengan asap, keras, dan gelap,\u201d kata Gagne, \u201cini benar-benar mewakili karya seorang koki.\u201d<\/p>\n<p>Berbeda dengan esai foto antropologi tradisional, porter di sini tidak hanya memotret, melainkan fotografer itu sendiri. &#8220;Apa [the porters] memilih untuk mendokumentasikan pasti berbeda dengan artis yang sudah mapan,\u201d ujarnya <a href=\"https:\/\/arts.columbia.edu\/news\/new-interdisciplinary-course-students-tell-climate-stories-future\">Lydia D. Pilcher<\/a>pembuat film dan asisten profesor di Columbia Climate School, dalam sebuah wawancara dengan GlacierHub. Foto-foto yang diambil oleh para portir tidak selalu merupakan gambaran artistik dari jalur es tersebut, namun merupakan gambaran realistis tentang kehidupan sehari-hari mereka. Ada kebutuhan untuk \u201cmembuat perspektif ini dihargai,\u201d tegas Gagne. <\/p>\n<figure class=\"wp-block-image size-medium\"><picture class=\"sotp-avif-images\"><source srcset=\"https:\/\/media.news.climate.columbia.edu\/wp-content\/uploads\/2026\/01\/Chadar6-325x244.avif 325w, https:\/\/media.news.climate.columbia.edu\/wp-content\/uploads\/2026\/01\/Chadar6-650x488.avif 650w, https:\/\/media.news.climate.columbia.edu\/wp-content\/uploads\/2026\/01\/Chadar6-768x576.avif 768w, https:\/\/media.news.climate.columbia.edu\/wp-content\/uploads\/2026\/01\/Chadar6-1300x975.avif 1300w, https:\/\/media.news.climate.columbia.edu\/wp-content\/uploads\/2026\/01\/Chadar6.avif 1500w\" sizes=\"(max-width: 714px) calc(100vw - calc(clamp(1.5rem, 5vw, 2rem) * 2)), 650px\" type=\"image\/avif\"\/><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" width=\"650\" height=\"488\" src=\"https:\/\/media.news.climate.columbia.edu\/wp-content\/uploads\/2026\/01\/Chadar6-650x488.jpeg\" alt=\"Pengemudi mengetuk es dengan tongkat\" class=\"wp-image-124432 sotp-avif-images\" srcset=\"https:\/\/media.news.climate.columbia.edu\/wp-content\/uploads\/2026\/01\/Chadar6-650x488.jpeg 650w, https:\/\/media.news.climate.columbia.edu\/wp-content\/uploads\/2026\/01\/Chadar6-1300x975.jpeg 1300w, https:\/\/media.news.climate.columbia.edu\/wp-content\/uploads\/2026\/01\/Chadar6-400x300.jpeg 400w, https:\/\/media.news.climate.columbia.edu\/wp-content\/uploads\/2026\/01\/Chadar6-768x576.jpeg 768w, https:\/\/media.news.climate.columbia.edu\/wp-content\/uploads\/2026\/01\/Chadar6-200x150.jpeg 200w, https:\/\/media.news.climate.columbia.edu\/wp-content\/uploads\/2026\/01\/Chadar6-325x244.jpeg 325w, https:\/\/media.news.climate.columbia.edu\/wp-content\/uploads\/2026\/01\/Chadar6-800x600.jpeg 800w, https:\/\/media.news.climate.columbia.edu\/wp-content\/uploads\/2026\/01\/Chadar6.jpeg 1500w\" sizes=\"auto, (max-width: 714px) calc(100vw - calc(clamp(1.5rem, 5vw, 2rem) * 2)), 650px\"\/><\/picture><figcaption class=\"wp-element-caption\">Pengemudi mengetuk es dengan tongkat: suara samar berarti es lemah, suara keras berarti es kuat. Hormat kami dari Stanzin Angchuk<\/figcaption><\/figure>\n<p>Di Chadar, para kuli meraba jalan dengan mengetuk es, merasakan kedalaman dan kekuatan es. <\/p>\n<p>Es sungai berubah, dan sebagian Chadar bergeser dengan cepat antara es dan air\u2014 menyeberangi sungai yang beku selalu sulit. Namun kini, pemanasan suhu mengganggu pola pembekuan sungai. Pada tahun 2024, sungai tidak membeku sama sekali, dan para kuli tidak bekerja selama musim tersebut.<\/p>\n<p>Menelusuri Chadar membutuhkan hari yang panjang dan berbahaya, dihabiskan di luar ruangan dengan suhu di bawah nol derajat. Seperti yang dikatakan porter Stanzin Angchuk, &#8220;Siapa yang akan merindukan pekerjaan ini?&#8221; Namun di wilayah yang memiliki sedikit lapangan kerja, bekerja di Chadar merupakan sarana untuk bertahan hidup. Ada kemungkinan bahwa jalan raya baru ini dapat \u201cberdampak negatif terhadap daya tarik Chadar dan pariwisata masa depan,\u201d kata Gagne. Tampaknya dalam pekerjaan yang tidak ingin dilakukan oleh siapa pun, para kuli angkut mendapati mata pencaharian mereka terancam oleh perubahan iklim dan pembangunan. <\/p>\n<figure class=\"wp-block-image size-medium\"><picture class=\"sotp-avif-images\"><source srcset=\"https:\/\/media.news.climate.columbia.edu\/wp-content\/uploads\/2026\/01\/Chadar7-325x244.avif 325w, https:\/\/media.news.climate.columbia.edu\/wp-content\/uploads\/2026\/01\/Chadar7-650x488.avif 650w, https:\/\/media.news.climate.columbia.edu\/wp-content\/uploads\/2026\/01\/Chadar7-768x576.avif 768w, https:\/\/media.news.climate.columbia.edu\/wp-content\/uploads\/2026\/01\/Chadar7-1300x975.avif 1300w, https:\/\/media.news.climate.columbia.edu\/wp-content\/uploads\/2026\/01\/Chadar7.avif 1500w\" sizes=\"(max-width: 714px) calc(100vw - calc(clamp(1.5rem, 5vw, 2rem) * 2)), 650px\" type=\"image\/avif\"\/><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" width=\"650\" height=\"488\" src=\"https:\/\/media.news.climate.columbia.edu\/wp-content\/uploads\/2026\/01\/Chadar7-650x488.jpeg\" alt=\"Dilihat dari atas, lima kuli melintasi bagian berbahaya sambil berpegangan pada tali\" class=\"wp-image-124433 sotp-avif-images\" srcset=\"https:\/\/media.news.climate.columbia.edu\/wp-content\/uploads\/2026\/01\/Chadar7-650x488.jpeg 650w, https:\/\/media.news.climate.columbia.edu\/wp-content\/uploads\/2026\/01\/Chadar7-1300x975.jpeg 1300w, https:\/\/media.news.climate.columbia.edu\/wp-content\/uploads\/2026\/01\/Chadar7-400x300.jpeg 400w, https:\/\/media.news.climate.columbia.edu\/wp-content\/uploads\/2026\/01\/Chadar7-768x576.jpeg 768w, https:\/\/media.news.climate.columbia.edu\/wp-content\/uploads\/2026\/01\/Chadar7-200x150.jpeg 200w, https:\/\/media.news.climate.columbia.edu\/wp-content\/uploads\/2026\/01\/Chadar7-325x244.jpeg 325w, https:\/\/media.news.climate.columbia.edu\/wp-content\/uploads\/2026\/01\/Chadar7-800x600.jpeg 800w, https:\/\/media.news.climate.columbia.edu\/wp-content\/uploads\/2026\/01\/Chadar7.jpeg 1500w\" sizes=\"auto, (max-width: 714px) calc(100vw - calc(clamp(1.5rem, 5vw, 2rem) * 2)), 650px\"\/><\/picture><figcaption class=\"wp-element-caption\">Dilihat dari atas, lima kuli melintasi bagian berbahaya sambil berpegangan pada tali. Hormat kami dari Stanzin Angchuk<\/figcaption><\/figure>\n<p>Masyarakat pegunungan yang terpencil dan miskin seperti Lembah Zanskar termasuk yang paling terkena dampak perubahan iklim. <a href=\"https:\/\/news.climate.columbia.edu\/2025\/09\/18\/in-nepal-scientists-and-spiritual-leaders-honor-a-dying-glacier\/\">gletser yang mencair<\/a> untuk menghadapi <a href=\"https:\/\/www.scmp.com\/week-asia\/politics\/article\/3322018\/himalayan-floods-climate-change-turning-india-disaster-zone\">cuaca ekstrem<\/a>. Namun di tempat-tempat ini, masyarakat cenderung tidak menghadapi perubahan iklim melalui data atau statistik, jelas Gagne, namun melalui pengalaman fisik. Esai foto mencerminkan hal itu. \u201cProyek ini adalah tentang subjektivitas radikal terhadap perubahan iklim, dan bukan objektivitas akhir ini,\u201d lanjutnya. \u201cKami datang dari sudut pandang yang sangat berbeda dalam hal ini, dan dengan tidak menyesal berbicara tentang perubahan iklim melalui bagaimana hal itu dapat menjadi pengalaman subjektif dan nyata.\u201d <\/p>\n<p>Sungai itu sendiri disebut Chadar hanya jika membeku (&#8220;chadar&#8221; adalah kata dalam bahasa Hindi untuk lembaran atau selimut). Sepanjang tahun, sungai yang mengalir bebas ini dikenal dengan nama Zanskar. Oleh karena itu, ketika planet memanas dan pola pembekuan sungai terganggu, Chadar sendiri mungkin akan lenyap. Di tengah ketidakpastian ini, karya Gagne mengeksplorasi sensasi perubahan iklim bagi para pengangkut es. Diubah oleh pembangunan, pariwisata dan pemanasan bumi, posisi kawasan pun berubah. Di dunia yang dilalui oleh akal sehat, jalan ke depan masih asing.<\/p>\n<\/div>\n\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Pagi di Sungai Chadar yang membeku. Porter bersiap untuk perjalanan hari itu. Atas perkenan Jigmat Lundup Setiap musim dingin di wilayah Ladakh di barat laut India, dua jalan yang menghubungkan desa-desa kecil di Lembah Zanskar dengan wilayah lain di negara itu berada berdekatan dan tertutup salju. Namun selama berabad-abad, penduduk setempat punya solusinya: jalan es&#8230;<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":881,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[2],"tags":[],"class_list":["post-880","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-berita"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/cn-seo.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/880","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/cn-seo.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/cn-seo.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/cn-seo.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/cn-seo.org\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcomments&post=880"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/cn-seo.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/880\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/cn-seo.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/media\/881"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/cn-seo.org\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fmedia&parent=880"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/cn-seo.org\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcategories&post=880"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/cn-seo.org\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Ftags&post=880"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}