{"id":900,"date":"2026-01-30T18:49:41","date_gmt":"2026-01-30T18:49:41","guid":{"rendered":"https:\/\/cn-seo.org\/?p=900"},"modified":"2026-01-30T18:49:41","modified_gmt":"2026-01-30T18:49:41","slug":"lapisan-es-greenland-hilang-7-000-tahun-lalu-keadaan-planet-ini","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/cn-seo.org\/?p=900","title":{"rendered":"Lapisan Es Greenland Hilang 7.000 Tahun Lalu &#8211; Keadaan Planet Ini"},"content":{"rendered":"<p> <br \/>\n<\/p>\n<div>\n<p>Diadaptasi dari a <a href=\"https:\/\/www.buffalo.edu\/news\/releases\/2026\/01\/first-greendrill-study.html\">siaran pers<\/a> dari Universitas di Buffalo<\/p>\n<ul style=\"border-color:#757575;border-style:dotted;border-width:1px;border-radius:13px;padding-top:32px;padding-right:70px;padding-bottom:32px;padding-left:70px;font-size:clamp(0.875rem, 0.875rem + ((1vw - 0.2rem) * 0.045), 0.9rem);\" class=\"wp-block-list has-border-color has-gray-color has-base-background-color has-text-color has-background has-link-color wp-elements-e71abfca03e6247a699bd46bbcb226ac\">\n<li class=\"has-medium-font-size\" style=\"padding-top:0;padding-right:3px;padding-bottom:0;padding-left:3px\"><strong>Sedimen tersebut dibor dari bawah es sedalam 1.700 kaki<\/strong> terakhir terkena sinar matahari 6.000 hingga 8.200 tahun yang lalu.<\/li>\n<li class=\"has-medium-font-size\" style=\"padding-top:0;padding-right:3px;padding-bottom:0;padding-left:3px\"><strong>Temuan menunjukkan<\/strong> Wilayah Greenland ini sangat sensitif terhadap pemanasan sedang, yang berdampak pada penurunan suhu di masa depan.<\/li>\n<li class=\"has-medium-font-size\" style=\"padding-top:0;padding-right:3px;padding-bottom:0;padding-left:3px\"><strong>Contoh sub-es seperti ini <\/strong>membantu mengidentifikasi di mana pencairan es dapat dimulai dan meningkatkan perkiraan risiko permukaan laut setempat.<\/li>\n<\/ul>\n<figure class=\"wp-block-image size-medium\"><picture class=\"sotp-avif-images\"><source srcset=\"https:\/\/media.news.climate.columbia.edu\/wp-content\/uploads\/2026\/01\/1767970173216.png-325x244.avif 325w, https:\/\/media.news.climate.columbia.edu\/wp-content\/uploads\/2026\/01\/1767970173216.png-650x488.avif 650w, https:\/\/media.news.climate.columbia.edu\/wp-content\/uploads\/2026\/01\/1767970173216.png-768x576.avif 768w, https:\/\/media.news.climate.columbia.edu\/wp-content\/uploads\/2026\/01\/1767970173216.png-1300x975.avif 1300w, https:\/\/media.news.climate.columbia.edu\/wp-content\/uploads\/2026\/01\/1767970173216.png.avif 1920w\" sizes=\"(max-width: 714px) calc(100vw - calc(clamp(1.5rem, 5vw, 2rem) * 2)), 650px\" type=\"image\/avif\"\/><img fetchpriority=\"high\" decoding=\"async\" width=\"650\" height=\"488\" src=\"https:\/\/media.news.climate.columbia.edu\/wp-content\/uploads\/2026\/01\/1767970173216.png-650x488.jpeg\" alt=\"Dua sosok berdiri di atas lapisan es besar\u2014lapisan es Greenland \" class=\"wp-image-124676 sotp-avif-images\" srcset=\"https:\/\/media.news.climate.columbia.edu\/wp-content\/uploads\/2026\/01\/1767970173216.png-650x488.jpeg 650w, https:\/\/media.news.climate.columbia.edu\/wp-content\/uploads\/2026\/01\/1767970173216.png-1300x975.jpeg 1300w, https:\/\/media.news.climate.columbia.edu\/wp-content\/uploads\/2026\/01\/1767970173216.png-400x300.jpeg 400w, https:\/\/media.news.climate.columbia.edu\/wp-content\/uploads\/2026\/01\/1767970173216.png-768x576.jpeg 768w, https:\/\/media.news.climate.columbia.edu\/wp-content\/uploads\/2026\/01\/1767970173216.png-200x150.jpeg 200w, https:\/\/media.news.climate.columbia.edu\/wp-content\/uploads\/2026\/01\/1767970173216.png-325x244.jpeg 325w, https:\/\/media.news.climate.columbia.edu\/wp-content\/uploads\/2026\/01\/1767970173216.png-800x600.jpeg 800w, https:\/\/media.news.climate.columbia.edu\/wp-content\/uploads\/2026\/01\/1767970173216.png.jpeg 1920w\" sizes=\"(max-width: 714px) calc(100vw - calc(clamp(1.5rem, 5vw, 2rem) * 2)), 650px\"\/><\/picture><figcaption class=\"wp-element-caption\">Anggota tim GreenDrill di Prudhoe Dome, bagian lapisan es utama di Lapisan Es Greenland. Studi pertama proyek ini menunjukkan lapisan es telah menghilang 7.000 tahun yang lalu. Foto: Jason Briner\/Universitas di Buffalo<\/figcaption><\/figure>\n<p>Studi pertama tentang <a href=\"https:\/\/greendrill-cosmo.ldeo.columbia.edu\/\">Bor Hijau<\/a>\u2014sebuah proyek ambisius untuk mengambil sampel batuan yang terkubur ribuan kaki di bawah Lapisan Es Greenland\u2014menemukan bahwa lapisan es Prudhoe Dome di Greenland telah mencair seluruhnya sekitar 7.000 tahun yang lalu, jauh lebih baru daripada yang diperkirakan sebelumnya. Penelitian yang dipimpin bersama oleh Universitas Columbia dan Universitas Buffalo ini bertujuan untuk menilai seberapa sensitif es Greenland terhadap perubahan iklim.<\/p>\n<p>Diterbitkan di <a href=\"https:\/\/www.nature.com\/articles\/s41561-025-01889-9\">Geosains Alam<\/a>Temuan menunjukkan bahwa Prudhoe Dome, sebuah kubah es di barat laut Greenland setebal sekitar 1.700 kaki dan mencakup area seluas 965 mil persegi, sangat sensitif terhadap suhu Holosen yang relatif ringan, periode interglasial yang dimulai 11.000 tahun yang lalu dan berlanjut hingga saat ini.<\/p>\n<p>\u201cHolosen adalah masa yang dikenal dengan stabilitas iklim, ketika manusia mulai mengembangkan praktik pertanian dan mengambil langkah menuju peradaban,\u201d kata Jason Briner dari Universitas Buffalo, yang memimpin proyek GreenDrill. \u201cJika perubahan iklim yang alami dan moderat pada masa itu melelehkan Prudhoe Dome dan membuatnya menyusut selama ribuan tahun, mungkin hanya masalah waktu sebelum Prudhoe Dome mulai terkelupas dari perubahan iklim yang disebabkan oleh manusia saat ini,\u201d <\/p>\n<p><a href=\"https:\/\/lamont.columbia.edu\/directory\/joerg-michael-schaefer\">Joerg Schaefer<\/a>Profesor peneliti Lamont di Lamont-Doherty Earth Observatory, bagian dari Columbia Climate School, adalah peneliti utama GreenDrill. Dia mengatakan studi baru ini menunjukkan betapa sensitifnya bagian Lapisan Es Greenland terhadap tingkat pemanasan yang berada dalam kisaran model iklim yang diproyeksikan untuk dekade berikutnya.<\/p>\n<figure class=\"wp-block-image size-medium\"><picture class=\"sotp-avif-images\"><source srcset=\"https:\/\/media.news.climate.columbia.edu\/wp-content\/uploads\/2026\/01\/IMG_3760-325x244.avif 325w, https:\/\/media.news.climate.columbia.edu\/wp-content\/uploads\/2026\/01\/IMG_3760-650x488.avif 650w, https:\/\/media.news.climate.columbia.edu\/wp-content\/uploads\/2026\/01\/IMG_3760-768x576.avif 768w, https:\/\/media.news.climate.columbia.edu\/wp-content\/uploads\/2026\/01\/IMG_3760-1300x975.avif 1300w, https:\/\/media.news.climate.columbia.edu\/wp-content\/uploads\/2026\/01\/IMG_3760-scaled.avif 2400w\" sizes=\"(max-width: 714px) calc(100vw - calc(clamp(1.5rem, 5vw, 2rem) * 2)), 650px\" type=\"image\/avif\"\/><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" width=\"650\" height=\"488\" src=\"https:\/\/media.news.climate.columbia.edu\/wp-content\/uploads\/2026\/01\/IMG_3760-650x488.jpeg\" alt=\"Joerg Schaefer Lamont-Doherty digambarkan di Lapisan Es Greenland\" class=\"wp-image-124680 sotp-avif-images\" srcset=\"https:\/\/media.news.climate.columbia.edu\/wp-content\/uploads\/2026\/01\/IMG_3760-650x488.jpeg 650w, https:\/\/media.news.climate.columbia.edu\/wp-content\/uploads\/2026\/01\/IMG_3760-1300x975.jpeg 1300w, https:\/\/media.news.climate.columbia.edu\/wp-content\/uploads\/2026\/01\/IMG_3760-400x300.jpeg 400w, https:\/\/media.news.climate.columbia.edu\/wp-content\/uploads\/2026\/01\/IMG_3760-768x576.jpeg 768w, https:\/\/media.news.climate.columbia.edu\/wp-content\/uploads\/2026\/01\/IMG_3760-200x150.jpeg 200w, https:\/\/media.news.climate.columbia.edu\/wp-content\/uploads\/2026\/01\/IMG_3760-325x244.jpeg 325w, https:\/\/media.news.climate.columbia.edu\/wp-content\/uploads\/2026\/01\/IMG_3760-800x600.jpeg 800w\" sizes=\"auto, (max-width: 714px) calc(100vw - calc(clamp(1.5rem, 5vw, 2rem) * 2)), 650px\"\/><\/picture><figcaption class=\"wp-element-caption\">Joerg Schaefer Lamont-Doherty di Lapisan Es Greenland, musim semi 2023.<\/figcaption><\/figure>\n<p>\u201cHasil awal GreenDrill ini adalah pengamatan langsung pertama terhadap respons Lapisan Es Greenland terhadap pemanasan,\u201d kata Schaefer.<\/p>\n<p>Rekan penulis di makalah ini termasuk <a href=\"https:\/\/lamont.columbia.edu\/directory\/nicolas-e-young\">Nicholas Muda<\/a>Profesor peneliti asosiasi Lamont dan rekan peneliti utama GreenDrill, dan Allie Balter-Kennedy, mantan ilmuwan pascadoktoral Lamont-Doherty yang sekarang di Universitas Tufts.<\/p>\n<p>GreenDrill adalah <a href=\"https:\/\/news.climate.columbia.edu\/2020\/07\/16\/greendrill-project-greenland-bedrock\/\">upaya pertama dari jenisnya<\/a> didanai oleh US National Science Foundation untuk mengebor Lapisan Es Greenland dan memulihkan batuan dasar kuno dan sedimen beku di bawahnya. Komunitas ilmiah memiliki lebih sedikit material batuan dan sedimen dari bawah lapisan es Greenland dibandingkan bulan, namun sampel baru ini terbukti sangat berharga. Tanda-tanda kimiawi dapat memberi tahu kita kapan material tersebut terakhir kali terpapar ke udara terbuka, dan menunjukkan dengan tepat kapan lapisan es telah mencair di masa lalu.<\/p>\n<figure class=\"wp-block-pullquote has-contrast-color has-text-color has-link-color has-large-font-size wp-elements-d5918838dbf1331302f2dbd9b54ab9af\" style=\"margin-top:0;margin-right:0px;margin-bottom:0;margin-left:0px;padding-top:var(--wp--preset--spacing--30);padding-bottom:var(--wp--preset--spacing--30);font-style:normal;font-weight:500\">\n<blockquote>\n<p>\u201cHasil awal ini adalah pengamatan langsung pertama terhadap respon Lapisan Es Greenland terhadap pemanasan.\u201d<\/p>\n<p><cite>\u2013 Joerg Schaefer, Kepala Ilmuwan GreenDrill<\/cite><\/p><\/blockquote>\n<\/figure>\n<p>Studi GreenDrill pertama ini menganalisis sampel inti yang ditarik dari kedalaman 1.669 kaki di bawah permukaan selama tim berkemah selama berminggu-minggu di puncak Prudhoe Dome pada tahun 2023.<\/p>\n<p>Mereka menggunakan teknik yang disebut <a href=\"https:\/\/en.wikipedia.org\/wiki\/Luminescence_dating\">kencan pendaran <\/a>pada sedimen. Ketika sedimen terkubur, elektron terperangkap di dalam butiran mineral kecil dan tetap di sana hingga sedimen kembali terkena cahaya, sehingga menghasilkan cahaya yang dapat diukur. Intensitas cahaya menunjukkan bahwa sedimen Prudhoe Dome terakhir kali terkena sinar matahari antara 6.000 dan 8.200 tahun yang lalu.<\/p>\n<figure class=\"wp-block-image size-medium\"><picture class=\"sotp-avif-images\"><source srcset=\"https:\/\/media.news.climate.columbia.edu\/wp-content\/uploads\/2026\/01\/1767970180018.png-325x244.avif 325w, https:\/\/media.news.climate.columbia.edu\/wp-content\/uploads\/2026\/01\/1767970180018.png-650x488.avif 650w, https:\/\/media.news.climate.columbia.edu\/wp-content\/uploads\/2026\/01\/1767970180018.png-768x576.avif 768w, https:\/\/media.news.climate.columbia.edu\/wp-content\/uploads\/2026\/01\/1767970180018.png-1300x975.avif 1300w, https:\/\/media.news.climate.columbia.edu\/wp-content\/uploads\/2026\/01\/1767970180018.png.avif 1920w\" sizes=\"(max-width: 714px) calc(100vw - calc(clamp(1.5rem, 5vw, 2rem) * 2)), 650px\" type=\"image\/avif\"\/><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" width=\"650\" height=\"488\" src=\"https:\/\/media.news.climate.columbia.edu\/wp-content\/uploads\/2026\/01\/1767970180018.png-650x488.jpeg\" alt=\"Sebuah penggaris yang mengukur inti batuan dasar dan sedimen ditarik dari kedalaman 300 kaki di bawah Lapisan Es Greenland.\" class=\"wp-image-124677 sotp-avif-images\" srcset=\"https:\/\/media.news.climate.columbia.edu\/wp-content\/uploads\/2026\/01\/1767970180018.png-650x488.jpeg 650w, https:\/\/media.news.climate.columbia.edu\/wp-content\/uploads\/2026\/01\/1767970180018.png-1300x975.jpeg 1300w, https:\/\/media.news.climate.columbia.edu\/wp-content\/uploads\/2026\/01\/1767970180018.png-400x300.jpeg 400w, https:\/\/media.news.climate.columbia.edu\/wp-content\/uploads\/2026\/01\/1767970180018.png-768x576.jpeg 768w, https:\/\/media.news.climate.columbia.edu\/wp-content\/uploads\/2026\/01\/1767970180018.png-200x150.jpeg 200w, https:\/\/media.news.climate.columbia.edu\/wp-content\/uploads\/2026\/01\/1767970180018.png-325x244.jpeg 325w, https:\/\/media.news.climate.columbia.edu\/wp-content\/uploads\/2026\/01\/1767970180018.png-800x600.jpeg 800w, https:\/\/media.news.climate.columbia.edu\/wp-content\/uploads\/2026\/01\/1767970180018.png.jpeg 1920w\" sizes=\"auto, (max-width: 714px) calc(100vw - calc(clamp(1.5rem, 5vw, 2rem) * 2)), 650px\"\/><\/picture><figcaption class=\"wp-element-caption\">Inti batuan dasar dan sedimen ditarik dari kedalaman 300 kaki di bawah Lapisan Es Greenland dekat tepi Prudhoe Dome. Studi tersebut menganalisis inti lain yang ditarik dari kedalaman 1.600 kaki sebelum lapisan es. Foto: Jason Briner\/Universitas di Buffalo<\/figcaption><\/figure>\n<p>\u201cIni berarti Kubah Prudhoe mencair sebelum periode ini, mungkin selama awal Holosen, ketika suhu sekitar 3 hingga 5 derajat Celcius lebih hangat dibandingkan saat ini,\u201d kata penulis utama studi tersebut, Caleb Walcott-George, asisten profesor di Universitas Kentucky. \u201cBeberapa proyeksi menunjukkan kita bisa mencapai tingkat pemanasan di Prudhoe Dome pada tahun 2100.\u201d<\/p>\n<p>Dampaknya juga berdampak besar terhadap kenaikan permukaan air laut. Menganalisis area terbuka di sepanjang tepi lapisan es, seperti Prudhoe Dome, membantu para ilmuwan mengidentifikasi di mana pencairan akan terjadi pertama kali dan komunitas pesisir mana yang paling berisiko terkena dampaknya.<\/p>\n<p>\u201cBatuan dan sedimen dari bawah lapisan es memberi tahu kita secara langsung bagian tepi lapisan es mana yang paling terbuka, dan hal ini penting untuk prediksi permukaan laut setempat yang akurat,\u201d kata Schaefer. \u201cMedan baru ini memberikan informasi melalui observasi langsung dan merupakan terobosan dalam memprediksi pencairan es.\u201d<\/p>\n<h2 class=\"wp-block-heading\">Di atas es<\/h2>\n<p>GreenDrill mendirikan dua lokasi pengeboran di Prudhoe Dome\u2014satu di puncak dan satu lagi di dekat tepian yang esnya lebih tipis. (Studi ini menganalisis sampel yang dikumpulkan dari puncak.)<\/p>\n<p>Situs tempat Schaefer, Briner, Walcott-George, Balter-Kennedy dan rekan-rekannya akan menghabiskan waktu pada musim semi 2023 ini merupakan kumpulan tenda kuning dan jalan setapak yang ditandai dengan bendera merah, hitam, dan hijau. Hari itu terdiri dari pengumpulan serpihan es yang didorong oleh cairan pengeboran dan menyekop kamp dari salju yang tertiup angin, sementara pengebor es dari Program Pengeboran Es NSF bekerja untuk menembus es setinggi ratusan kaki.<\/p>\n<p>Ada banyak drama juga\u2014pecahnya lapisan es di lokasi puncak hampir menghancurkan proyek pada tahap akhir. Solusi di menit-menit terakhir, dengan menggunakan mata bor yang biasanya digunakan untuk batu, memungkinkan mereka menyelesaikan pengeboran es terakhir sepanjang 390 kaki dan mengambil sampel lapisan es tepat sebelum pesawat tiba untuk melepaskan peralatan mereka. Briner menghargai kerja tim dan persahabatan para ilmuwan dan pengebor di es, serta dukungan kru di belakang layar yang menangani logistik.<\/p>\n<figure class=\"wp-block-image size-medium\"><picture class=\"sotp-avif-images\"><source srcset=\"https:\/\/media.news.climate.columbia.edu\/wp-content\/uploads\/2026\/01\/1767970199847.png-325x244.avif 325w, https:\/\/media.news.climate.columbia.edu\/wp-content\/uploads\/2026\/01\/1767970199847.png-650x488.avif 650w, https:\/\/media.news.climate.columbia.edu\/wp-content\/uploads\/2026\/01\/1767970199847.png-768x576.avif 768w, https:\/\/media.news.climate.columbia.edu\/wp-content\/uploads\/2026\/01\/1767970199847.png-1300x975.avif 1300w, https:\/\/media.news.climate.columbia.edu\/wp-content\/uploads\/2026\/01\/1767970199847.png.avif 1920w\" sizes=\"(max-width: 714px) calc(100vw - calc(clamp(1.5rem, 5vw, 2rem) * 2)), 650px\" type=\"image\/avif\"\/><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" width=\"650\" height=\"488\" src=\"https:\/\/media.news.climate.columbia.edu\/wp-content\/uploads\/2026\/01\/1767970199847.png-650x488.jpeg\" alt=\"Tenda oranye didirikan di lapisan es Greenland\" class=\"wp-image-124678 sotp-avif-images\" srcset=\"https:\/\/media.news.climate.columbia.edu\/wp-content\/uploads\/2026\/01\/1767970199847.png-650x488.jpeg 650w, https:\/\/media.news.climate.columbia.edu\/wp-content\/uploads\/2026\/01\/1767970199847.png-1300x975.jpeg 1300w, https:\/\/media.news.climate.columbia.edu\/wp-content\/uploads\/2026\/01\/1767970199847.png-400x300.jpeg 400w, https:\/\/media.news.climate.columbia.edu\/wp-content\/uploads\/2026\/01\/1767970199847.png-768x576.jpeg 768w, https:\/\/media.news.climate.columbia.edu\/wp-content\/uploads\/2026\/01\/1767970199847.png-200x150.jpeg 200w, https:\/\/media.news.climate.columbia.edu\/wp-content\/uploads\/2026\/01\/1767970199847.png-325x244.jpeg 325w, https:\/\/media.news.climate.columbia.edu\/wp-content\/uploads\/2026\/01\/1767970199847.png-800x600.jpeg 800w, https:\/\/media.news.climate.columbia.edu\/wp-content\/uploads\/2026\/01\/1767970199847.png.jpeg 1920w\" sizes=\"auto, (max-width: 714px) calc(100vw - calc(clamp(1.5rem, 5vw, 2rem) * 2)), 650px\"\/><\/picture><figcaption class=\"wp-element-caption\">GreenDrill Camp dekat tepi Prudhoe Dome di Lapisan Es Greenland. Foto: Jason Briner\/Universitas di Buffalo<\/figcaption><\/figure>\n<p>\u201cProyek ini melibatkan logistik yang lebih rumit dibandingkan proyek mana pun yang pernah saya kerjakan sepanjang karier saya. Begitu banyak bagian yang bergerak, dan begitu banyak talenta di antara para ilmuwan, pengebor, dan staf pendukung,\u201d kata Briner.<\/p>\n<p>Walcott-George, yang mendirikan kamp bersama Lamont-Doherty&#39;s Young, dan akhirnya mendasarkan disertasinya pada proyek tersebut, menyebut pengalamannya di atas es sebagai &#8220;merendahkan&#8221;. <\/p>\n<p>\u201cKetika yang Anda lihat hanyalah es di segala arah, berpikir bahwa es telah menghilang di masa lalu geologis baru-baru ini dan lagi di masa depan sungguh merendahkan hati,\u201d katanya.<\/p>\n<h2 class=\"wp-block-heading\">Masa depan yang menjanjikan<\/h2>\n<p>Tim GreenDrill mengatakan ini adalah penelitian pertama dari banyak penelitian yang mereka harapkan dapat dihasilkan. Inti lain yang dibor dari dekat tepi Prudhoe Dome menjanjikan gambaran tentang titik paling terbuka di lapisan es. Jejak tumbuhan dalam sampel juga dapat menjelaskan lingkungan kuno Greenland. Briner menyebutnya sebagai &#8220;peti harta karun&#8221; berupa sampel yang kini dapat dipilih dan dijelajahi oleh tim. <\/p>\n<p>\u201cKami memiliki sampel, peralatan, dan ilmuwan untuk melampaui batas dan meningkatkan pemahaman fisik kita tentang lapisan es dan bagaimana mereka merespons pemanasan dalam beberapa dekade mendatang,\u201d kata Schaefer.<\/p>\n<figure class=\"wp-block-image size-medium\"><picture class=\"sotp-avif-images\"><source srcset=\"https:\/\/media.news.climate.columbia.edu\/wp-content\/uploads\/2026\/01\/1767970193253.png-325x241.avif 325w, https:\/\/media.news.climate.columbia.edu\/wp-content\/uploads\/2026\/01\/1767970193253.png-650x482.avif 650w, https:\/\/media.news.climate.columbia.edu\/wp-content\/uploads\/2026\/01\/1767970193253.png-768x569.avif 768w, https:\/\/media.news.climate.columbia.edu\/wp-content\/uploads\/2026\/01\/1767970193253.png.avif 998w\" sizes=\"(max-width: 714px) calc(100vw - calc(clamp(1.5rem, 5vw, 2rem) * 2)), 650px\" type=\"image\/avif\"\/><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" width=\"650\" height=\"482\" src=\"https:\/\/media.news.climate.columbia.edu\/wp-content\/uploads\/2026\/01\/1767970193253.png-650x482.jpeg\" alt=\"Sebuah bor besar di dalam tenda, diawaki oleh seseorang dengan perlengkapan merah.\" class=\"wp-image-124679 sotp-avif-images\" srcset=\"https:\/\/media.news.climate.columbia.edu\/wp-content\/uploads\/2026\/01\/1767970193253.png-650x482.jpeg 650w, https:\/\/media.news.climate.columbia.edu\/wp-content\/uploads\/2026\/01\/1767970193253.png-768x569.jpeg 768w, https:\/\/media.news.climate.columbia.edu\/wp-content\/uploads\/2026\/01\/1767970193253.png-325x241.jpeg 325w, https:\/\/media.news.climate.columbia.edu\/wp-content\/uploads\/2026\/01\/1767970193253.png.jpeg 998w\" sizes=\"auto, (max-width: 714px) calc(100vw - calc(clamp(1.5rem, 5vw, 2rem) * 2)), 650px\"\/><\/picture><figcaption class=\"wp-element-caption\">Pengeboran Geologi Sub-Es yang Tangkas Program Pengeboran Es National Science Foundation telah digunakan untuk mengebor lebih dari 1.600 Lapisan Es Greenland di puncak Prudhoe Dome untuk mencapai batuan dasar di bawahnya. Foto: Jason Briner\/Universitas di Buffalo<\/figcaption><\/figure>\n<\/div>\n\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Diadaptasi dari a siaran pers dari Universitas di Buffalo Sedimen tersebut dibor dari bawah es sedalam 1.700 kaki terakhir terkena sinar matahari 6.000 hingga 8.200 tahun yang lalu. Temuan menunjukkan Wilayah Greenland ini sangat sensitif terhadap pemanasan sedang, yang berdampak pada penurunan suhu di masa depan. Contoh sub-es seperti ini membantu mengidentifikasi di mana pencairan&#8230;<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":901,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[2],"tags":[],"class_list":["post-900","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-berita"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/cn-seo.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/900","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/cn-seo.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/cn-seo.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/cn-seo.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/cn-seo.org\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcomments&post=900"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/cn-seo.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/900\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/cn-seo.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/media\/901"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/cn-seo.org\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fmedia&parent=900"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/cn-seo.org\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcategories&post=900"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/cn-seo.org\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Ftags&post=900"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}