Untuk mengenang Direktur Pusat Tanah, Pertanian dan Ketahanan Pangan Terkenal di Dunia Pedro Sanchez – State of the Planet

Untuk mengenang Direktur Pusat Tanah, Pertanian dan Ketahanan Pangan Terkenal di Dunia Pedro Sanchez – State of the Planet


Pedro Sanchez, seorang ilmuwan tanah yang gagasan pragmatisnya untuk memperbaiki ketahanan tanah dan pangan membantu mengubah jutaan hektar lahan marginal menjadi produktivitas pertanianmeninggal pada 12 Januari pada usia 85 tahun. Sanchez adalah pemenang Hadiah Pangan Dunia 2002 dan MacArthur Fellow 2004, dan direktur Earth Institute Pusat Pertanian dan Ketahanan Pangan dari tahun 2003 hingga 2016.

“Kebijaksanaannya membantu jutaan orang keluar dari kelaparan,” kata Alexis Abramson, dekan Columbia Climate School. “Pekerjaannya yang inovatif di wilayah tropis, mulai dari Revolusi Hijau di Asia hingga upaya transformasionalnya di seluruh Afrika, menunjukkan bagaimana ilmu pengetahuan yang mendalam dapat memberikan dampak langsung terhadap tantangan-tantangan paling mendesak yang dihadapi umat manusia.”

Di bawah, teman dan kolega Sanchez Walter Baethgen mencerminkan persahabatannya dengan Sanchez, yang menurutnya “memiliki dampak jangka panjang pada karier saya dan cara saya berpikir tentang pelayanan kepada orang lain.” (Baca lebih lanjut tentang Sanchez ada di sini.)

Foto Pedro Snachez

“Saya pertama kali bertemu Pedro Sanchez pada tahun 1980-an, ketika saya baru memulai karir saya sebagai peneliti PhD di bidang ilmu tanah dan nutrisi tanaman. Saat itu, dia sudah menjadi profesor di North Carolina State University dan ahli tanah tropis yang terkenal di dunia. Dari interaksi pertama kami, Pedro lebih dari sekadar kolega: dia adalah seorang mentor yang membantu membentuk cara berpikir saya tentang pertanian, sains, dan hal-hal luar biasa yang menggabungkan ketelitian ilmiah dengan kepedulian mendalam terhadap petani dan tantangan nyata yang mereka hadapi, terutama di negara-negara berkembang.

Pedro selalu bermurah hati dengan waktunya. Dia mendengarkan dengan cermat, memberikan nasihat yang mendalam, dan sangat senang mendiskusikan bagaimana penelitian dapat membuat perbedaan lebih dari sekedar makalah akademis. Bimbingannya di tahun-tahun awal itu mempunyai dampak yang bertahan lama pada karier saya, dan pada cara saya mendekati pekerjaan saya hingga hari ini.

Lalu, saya juga beruntung bisa mengetahuinya Cheryl Palm—Istri dan pasangannya dalam banyak hal yang indah. Bersama-sama, mereka membentuk tim yang luar biasa, disatukan oleh nilai-nilai bersama, kehangatan, dan komitmen teguh untuk memperbaiki dunia di sekitar mereka. Sungguh menyenangkan bekerja bersama mereka berdua.

Dua puluh tahun kemudian, Pedro, Cheryl, dan saya bertemu kembali, bekerja di Universitas Columbia. Kantor kami berdekatan dengan kampus Lamont yang indah, dan saya sangat menikmati interaksi dan kolaborasi kami dalam proyek bersama. Salah satu proyek tersebut membawa Pedro dan saya ke Kuba, kampung halamannya. Itu adalah salah satu perjalanan paling berkesan dalam karier saya (dan saya telah melakukan perjalanan lebih dari empat juta mil dalam karier saya!). Mengunjungi rumah di La Habana tempat Pedro dilahirkan dan dibesarkan, bertemu dengan teman-teman seumur hidupnya yang memilih untuk tetap tinggal di Kuba, dan melihat lahan pertanian yang pernah dimiliki keluarganya membuat saya dapat melihatnya tidak hanya sebagai seorang ilmuwan, namun juga sebagai seorang pria yang sangat terhubung dengan akarnya.

Pedro mengabdikan seluruh kehidupan profesionalnya untuk meningkatkan kehidupan para petani paling rentan di dunia melalui penelitian dan pendidikan. Warisannya terus menginspirasi semua orang yang berkesempatan bekerja bersamanya. Dia akan sangat dirindukan, namun Pedro—dan Cheryl—akan selalu hidup dalam pekerjaan yang terus kita lakukan dan dalam harapan kita bersama untuk dunia yang lebih adil dan lebih baik.”

Avatar admin

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *